POSISI KITA DALAM ISLAM
Islam datang pertama kali di daerah Jazirah Arab. Kedatatangan islam sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya pada kitab kitab sebelumnya misalnya pada kitab injil yang datang 600 tahun lebih dulu dari Al Quran. Kedatangan Islam sudah menjadi ketetapan Allah ( Sunatullah ). Kedatangan Islam walaupun sudah diprediksi dan sudah menjadi ketentuan Allah dan banyak yang sudah tahu, namun masih juga masyarakat Arab pad umumnya belum bisa menerima kedatangan islam.
Kedatangan Islam baik di dukung orang Mekah maupun tidak, Islam pasti datang akan berjaya dan berkembang karena kedatanganya sudah menjadi ketetapan Allah. Ada sebuah batu ujian pada kita apakah kita akan berpijak pada batu itu atau kita akan memilih terlepas dari batu itu, itu merupakan pilihan kita dan bukanlah wilayah takdir Allah.
Dalam hubunganya dengan kedatangan islam ini, baik kita bergabung atau tidak Islam pasti akan tegak.
akan ada 3 golongan sikap manusia
akan ada 3 golongan sikap manusia
1. Golongan Abu Jahal dan Abu Lahab.
Golongan ini adalah golongan yang menentang apa saja yang berasal dari islam. sehingga golongan ini menjatuhkan diri pada penentanganya terhadap syari'at islam yang dibawa oleh Rasululllah SAW.
2. Golongan Abu Bakar
Golongan ini adalah Golongan yang selalu mendukung dan membenarkan apa saja yang didatangkan melallui Nabi Muhamad SAW berupa syari'at Islam. Dikarenakan keloyalanya pada Islam Abu Bakar di beri jalukan As Sidiq ( membernarkan Islam)
3. Golongan Abu Abu
Golongan ini adalah golongan orang yang bukan putih , hitampun juga tidak. alias Abu Abu. golongan ini tidak menunjukkan sikap yang jelas mendukung atau menentang. sehingga posisinya tidak beriman kepada apa yang dibawa Rasul namun mereka juga tidak menentang kepada kaum muslim
Dimanakah posisi kita ?
Islam dan syari'atnya baik kita pejuangkan ataupun tidak akan segera datang dan akan menguasi dunia. Jika kita tidak memperjuangkanya tentulah, Islam akan tetap eksis di muka bumi ini dan pasti akan ada orang orang yang iklas memperjuangkanya sampai menjadi nyata karana itu sudah merupakan ketetapan Allah SWT. , Kita nanti bisa menikmati atau tidak itu cuma soal umur yang merupakan takdir Allah
Alangkah bangganya jika kita ibarat sebutir pasir bukanlah sebutir pasir yang ada di tengah padang pasir ataupun di tengah lautan. Namun kita sebutir pasir yang bergabung dan menempel dalam bangunan untuk memuliakan keagungan Allah SWT. seandainya sebutir pasir itu terlontar maka tidak akan meruntuhkan bangunan itu sedikitpun
Dalam penegakan syari'at islam yang diwajibkan oleh Allah SWT ini kita akan memposisikan diri kita pada posisi pertama, kedua atau yang ketiga ? itu pilihan kita.untung rugi dan resikonya . pasti ada .Syurga ataupun Neraka itu pilihan dan sudah kita persiapkan dari sekarang
semoga bermanfaat.........
